Langsung ke konten utama

XL Selesaikan Proyek 'Refarming' 2,1GHz dan Janjikan Internet Cepat


Owner seluler XL Axiata mengumumkan pihaknya telah merampungkan penataan ulang blok frekuensi a couple of, 1GHz pada Rabu (11/4).

Proses penataan frekuensi only two, 1 GHz telah dimulai sejak 15 Januari 2018. XL melakukan proses refarming di area Papua, Maluku, Sulawesi, dan Jawa Barat.

Jangka waktu penataan ulang frekuensi tercatat 16 hari lebih cepat dari skedul semula yang diagendakan rampug pada 25 April 2018.

Anak perusahaan Axiata Party ini mengklaim tak menjumpai kendala berarti selama metode penataan ulang.

"Kami bersyukur tidak ada kendala dalam berarti selama proses eksekusi penataan ulang frekuensi live, proses eksekusi berjalan melalui lancar sesuai dengan schedule dan jaringan tetap beraksi secara normal, " ungkap direktur teknologi XL Axiata, Yessie D Yosetya pada keterangan resmi.

Tim teknis XL mengklaim Cara Cek Bonus XL bisa merampungkan proses refarming lebih laju setelah berhasil melakukan perkara serupa pada spektrum a single, 8GHz pada awal 2016 lalu. XL juga mengklaim teknis proses penataan ulang kali ini jauh lebih biasa sehingga bisa selesai berlimpah cepat.

Yessie menjanjikan rampungnya proses refarming tersebut, pihaknya menjanjikan bisa mengoptimalkan spektrum 4G untuk layanan net yang lebih cepat.

Refarming merupakan proses penataan ulang dari penempatan blok frekuensi oleh seluruh operator. Metode ini menempatkan XL pada blok 7, 8, lalu 9 frekuensi 2, one particular GHz.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ada Garansi Bebas Pengembalian di Shopee, Penjual Untung atau Rugi?

Baru-baru ini, Shopee merilis program terbarunya yaitu Garansi Bebas Pengembalian yang memungkinkan pembeli untuk mengembalikan barang dengan alasan berubah pikiran. Lewat program ini pembeli bisa melakukan pengembalian barang dengan mudah, bukan hanya saat barang yang diterima tidak sesuai atau rusak, tapi juga kalau pembeli berubah pikiran saat barang diterima. Hal ini pastinya harus sesuai dengan syarat dan ketentuan yang telah ditentukan oleh Shopee. Program Shopee ini disambut hangat dan penuh antusiasme oleh para pembeli! Bagaimana tidak? Hal ini menjawab keraguan banyak dari mereka yang masih saja bimbang dan ragu saat hendak berbelanja barang secara online. Lalu bagaimana dengan Penjual? Apa benar program ini hanya menguntungkan Pembeli saja? Di sisi lain, Garansi Bebas Pengembalian mendapatkan berbagai macam respons berbeda-beda dari para penjual. Ada yang mendukung program ini, karena membuka peluang lebih banyak menarik pembeli baru dan memicu potensi pembelian berulang. Nam...

Memaksimalkan Produktivitas dengan Google Meet, Google Sheets, dan Google Forms

Dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan akan alat kolaborasi digital yang fleksibel, terpadu, dan mudah digunakan terus meningkat, terutama di lingkungan kerja dan pendidikan yang semakin bergantung pada sistem daring. Google sebagai salah satu pemain besar di dunia teknologi merespons kebutuhan tersebut dengan menghadirkan rangkaian aplikasi produktivitas berbasis cloud, di antaranya  Google Meet ,  Google Sheets , dan  Google Forms . Ketiga layanan ini bukan hanya berdiri sendiri sebagai alat yang memiliki fungsi berbeda, tetapi juga dapat dipadukan menjadi sebuah ekosistem kolaboratif yang kuat. Integrasi ketiganya semakin mempermudah pengguna dalam mengelola data, melakukan rapat virtual, serta menyebarkan survei atau formulir dengan tingkat otomatisasi tinggi. Artikel ini mengulas secara mendalam bagaimana ketiga layanan tersebut bekerja, manfaat yang ditawarkan, serta bagaimana pengguna dapat memaksimalkan kolaborasi dengan memadukan ketiganya dalam berbagai skenar...

Uber Digugat Penumpang Difabel, Mengapa?

Jakarta - Uber telah merilis layanan bagi penumpang difabel agar mereka bisa menggunakan jasa mereka seperti pengguna umumnya. Sayangnya, program ini tak tersedia di seluruh pasar Uber. Mengutip laman Tech Crunch, Kamis (11/5/2017), gara-gara layanan Uber untuk difabel yang tak tersebar merata di semua tempat, perusahaan digugat oleh dua orang calon penumpang yang menggunakan kursi roda. Mereka menggugat Uber karena menganggap Uber telah melanggar undang-undang negara terkait orang dengan disabilitas. Ada tiga peraturan yang diduga telah dilanggar Uber, yakni Title III of the Americans with Disabilities Act, California Disabled Persons Act, dan sebuah undang-undang mengenai persaingan yang tidak adil di California. Baca Juga :  Cara Cek Tarif Uber Cara Cek Tarif JNE Cara Cek Tarif Grab Menurut gugatan yang dilayangkan, kedua orang penggugat tidak bisa menggunakan jasa Uber karena perusahaan tak menyediakan mobil yang bisa diakses orang dengan kursi roda di wilayah Ja...