Langsung ke konten utama

Wow! Traveloka Luncurkan Fitur Online Check-In


Traveloka, perusahaan teknologi penyedia aplikasi travel booking untuk tujuan lokal dan internasional, memperkenalkan fitur online check-in.

Pilihan ini, dapat diakses via langsung oleh pelanggan melangkaui Traveloka App versi second . 18 ke atas, memungkinkan pelanggan Traveloka melakukan check-in bahkan sebelum tiba dalam bandara.

Traveloka menjadi perusahaan online travel agent (OTA) mulailah di Indonesia yang meluncurkan fitur tersebut.

Fitur check-in online dapat diakses pelanggan Traveloka di Indonesia tuk penerbangan domestik dengan maskapai Batik Air, Citilink, Garuda Indonesia, Lion Air, Wings Air, dan Sriwijaya Air flow.

Saat ini, proses Cara Check in Online Sriwijaya Airlines dapat dilakukan melalui Traveloka App mulai 24 quickly pull sebelum keberangkatan, atau seperti dengan kebijakan dan regulasi maskapai. Setelah berhasil proses check-in online, pelanggan maka akan mendapatkan boarding pass dimana dapat diakses melalui e-tiket pada aplikasi Traveloka.

Caesar Indra, Senior Vice President Company Development Traveloka, menjelaskan pelayanan check-in online menjadi komitmen Traveloka untuk menghadirkan servis perjalanan yang semakin efektif kepada seluruh pelanggan.

"Kini, pelanggan tak perlu buru-buru ke bandara dan khawatir telat check-in karena sekarang prosesnya bisa dilakukan langsung pada aplikasi Traveloka. Penambahan pilihan check-in online diharapkan meraih menambah kenyamanan dan kesederhanaan perjalanan seluruh pelanggan kami, " ujarnya seperti dikutip dari siaran persnya.

Kehadiran fitur terbaru ini diminta dapat mempermudah perjalanan dan meningkatkan produktivitas dalam melancarkan proses check-in http://caracek.pro/309-cara-check-online-sriwijaya-airlines/ bahkan sebelum tiba di bandara, sebatas dengan menggunakan aplikasi Traveloka.

Melalui e-tiket, Anda dapat melihat, mengunduh, atau mengirim boarding pass ke penumpang lain dalam pesanan Kamu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ada Garansi Bebas Pengembalian di Shopee, Penjual Untung atau Rugi?

Baru-baru ini, Shopee merilis program terbarunya yaitu Garansi Bebas Pengembalian yang memungkinkan pembeli untuk mengembalikan barang dengan alasan berubah pikiran. Lewat program ini pembeli bisa melakukan pengembalian barang dengan mudah, bukan hanya saat barang yang diterima tidak sesuai atau rusak, tapi juga kalau pembeli berubah pikiran saat barang diterima. Hal ini pastinya harus sesuai dengan syarat dan ketentuan yang telah ditentukan oleh Shopee. Program Shopee ini disambut hangat dan penuh antusiasme oleh para pembeli! Bagaimana tidak? Hal ini menjawab keraguan banyak dari mereka yang masih saja bimbang dan ragu saat hendak berbelanja barang secara online. Lalu bagaimana dengan Penjual? Apa benar program ini hanya menguntungkan Pembeli saja? Di sisi lain, Garansi Bebas Pengembalian mendapatkan berbagai macam respons berbeda-beda dari para penjual. Ada yang mendukung program ini, karena membuka peluang lebih banyak menarik pembeli baru dan memicu potensi pembelian berulang. Nam...

Memaksimalkan Produktivitas dengan Google Meet, Google Sheets, dan Google Forms

Dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan akan alat kolaborasi digital yang fleksibel, terpadu, dan mudah digunakan terus meningkat, terutama di lingkungan kerja dan pendidikan yang semakin bergantung pada sistem daring. Google sebagai salah satu pemain besar di dunia teknologi merespons kebutuhan tersebut dengan menghadirkan rangkaian aplikasi produktivitas berbasis cloud, di antaranya  Google Meet ,  Google Sheets , dan  Google Forms . Ketiga layanan ini bukan hanya berdiri sendiri sebagai alat yang memiliki fungsi berbeda, tetapi juga dapat dipadukan menjadi sebuah ekosistem kolaboratif yang kuat. Integrasi ketiganya semakin mempermudah pengguna dalam mengelola data, melakukan rapat virtual, serta menyebarkan survei atau formulir dengan tingkat otomatisasi tinggi. Artikel ini mengulas secara mendalam bagaimana ketiga layanan tersebut bekerja, manfaat yang ditawarkan, serta bagaimana pengguna dapat memaksimalkan kolaborasi dengan memadukan ketiganya dalam berbagai skenar...

Uber Digugat Penumpang Difabel, Mengapa?

Jakarta - Uber telah merilis layanan bagi penumpang difabel agar mereka bisa menggunakan jasa mereka seperti pengguna umumnya. Sayangnya, program ini tak tersedia di seluruh pasar Uber. Mengutip laman Tech Crunch, Kamis (11/5/2017), gara-gara layanan Uber untuk difabel yang tak tersebar merata di semua tempat, perusahaan digugat oleh dua orang calon penumpang yang menggunakan kursi roda. Mereka menggugat Uber karena menganggap Uber telah melanggar undang-undang negara terkait orang dengan disabilitas. Ada tiga peraturan yang diduga telah dilanggar Uber, yakni Title III of the Americans with Disabilities Act, California Disabled Persons Act, dan sebuah undang-undang mengenai persaingan yang tidak adil di California. Baca Juga :  Cara Cek Tarif Uber Cara Cek Tarif JNE Cara Cek Tarif Grab Menurut gugatan yang dilayangkan, kedua orang penggugat tidak bisa menggunakan jasa Uber karena perusahaan tak menyediakan mobil yang bisa diakses orang dengan kursi roda di wilayah Ja...