Langsung ke konten utama

Cara Mengecek Ejaan Tulisan di Microsoft Word

Salah ketik di dalam sebuah tulisan merupakan hal yang wajar. Namun, hal itu akan menjadi fatal bila salah ketik terdapat di tulisan-tulisan penting, seperti penelitian ilmiah dan skripsi. Nah, potensi salah ketik sebetulnya bisa diminimalisasi. Caranya pun sangat mudah.


Kalau kamu menggunakan perangkat lunak Microsoft Word untuk mengetik, kamu bisa mengaktifkan pemeriksa ejaan (spell checker). Bukan hanya itu, ada pula pemeriksa tata bahasa (grammar checker - cek ram samsung).

Namun, kedua fitur tersebut mungkin saja tidak berfungsi secara default di Microsoft Word pada perangkat kamu.

Untuk mengaktifkannya, ada beberapa langkah sederhana yang mesti ditempuh. Apa saja? Simak penjelasan tim Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. Microsoft Word 2010 dan Lebih Baru

Klik File, lalu klik Opsi.

Klik Proofing.

Centang Check spelling as you type.

Centang Mark grammar errors as you type.

2. Word 2007

Klik tombol ikon Microsoft Office, lalu klik Word Options.

Klik Proofing.

Centang Check spelling as you type.(Cek RAM Laptop)

Centang Mark grammar errors as you type.

*Bila setelan Check spelling as you type dan Check grammar as you type aktif, ini akan memengaruhi setiap dokumen yang dibuka di Word 2007. Jika orang lain menggunakan dokumen tersebut, kamu mungkin perlu memberi tahu bahwa kamu telah membuat perubahan ini.

3. Word 2003, Word 2002, dan Word 2000

Di menu Tools, klik Options, lalu klik Spelling & Grammar.

Centang Check spelling as you type. (Baca : Cek RAM Android)

Centang Check grammar as you type.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ada Garansi Bebas Pengembalian di Shopee, Penjual Untung atau Rugi?

Baru-baru ini, Shopee merilis program terbarunya yaitu Garansi Bebas Pengembalian yang memungkinkan pembeli untuk mengembalikan barang dengan alasan berubah pikiran. Lewat program ini pembeli bisa melakukan pengembalian barang dengan mudah, bukan hanya saat barang yang diterima tidak sesuai atau rusak, tapi juga kalau pembeli berubah pikiran saat barang diterima. Hal ini pastinya harus sesuai dengan syarat dan ketentuan yang telah ditentukan oleh Shopee. Program Shopee ini disambut hangat dan penuh antusiasme oleh para pembeli! Bagaimana tidak? Hal ini menjawab keraguan banyak dari mereka yang masih saja bimbang dan ragu saat hendak berbelanja barang secara online. Lalu bagaimana dengan Penjual? Apa benar program ini hanya menguntungkan Pembeli saja? Di sisi lain, Garansi Bebas Pengembalian mendapatkan berbagai macam respons berbeda-beda dari para penjual. Ada yang mendukung program ini, karena membuka peluang lebih banyak menarik pembeli baru dan memicu potensi pembelian berulang. Nam...

Memaksimalkan Produktivitas dengan Google Meet, Google Sheets, dan Google Forms

Dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan akan alat kolaborasi digital yang fleksibel, terpadu, dan mudah digunakan terus meningkat, terutama di lingkungan kerja dan pendidikan yang semakin bergantung pada sistem daring. Google sebagai salah satu pemain besar di dunia teknologi merespons kebutuhan tersebut dengan menghadirkan rangkaian aplikasi produktivitas berbasis cloud, di antaranya  Google Meet ,  Google Sheets , dan  Google Forms . Ketiga layanan ini bukan hanya berdiri sendiri sebagai alat yang memiliki fungsi berbeda, tetapi juga dapat dipadukan menjadi sebuah ekosistem kolaboratif yang kuat. Integrasi ketiganya semakin mempermudah pengguna dalam mengelola data, melakukan rapat virtual, serta menyebarkan survei atau formulir dengan tingkat otomatisasi tinggi. Artikel ini mengulas secara mendalam bagaimana ketiga layanan tersebut bekerja, manfaat yang ditawarkan, serta bagaimana pengguna dapat memaksimalkan kolaborasi dengan memadukan ketiganya dalam berbagai skenar...

Uber Digugat Penumpang Difabel, Mengapa?

Jakarta - Uber telah merilis layanan bagi penumpang difabel agar mereka bisa menggunakan jasa mereka seperti pengguna umumnya. Sayangnya, program ini tak tersedia di seluruh pasar Uber. Mengutip laman Tech Crunch, Kamis (11/5/2017), gara-gara layanan Uber untuk difabel yang tak tersebar merata di semua tempat, perusahaan digugat oleh dua orang calon penumpang yang menggunakan kursi roda. Mereka menggugat Uber karena menganggap Uber telah melanggar undang-undang negara terkait orang dengan disabilitas. Ada tiga peraturan yang diduga telah dilanggar Uber, yakni Title III of the Americans with Disabilities Act, California Disabled Persons Act, dan sebuah undang-undang mengenai persaingan yang tidak adil di California. Baca Juga :  Cara Cek Tarif Uber Cara Cek Tarif JNE Cara Cek Tarif Grab Menurut gugatan yang dilayangkan, kedua orang penggugat tidak bisa menggunakan jasa Uber karena perusahaan tak menyediakan mobil yang bisa diakses orang dengan kursi roda di wilayah Ja...